Talent Management

Praktek manajemen talenta telah menjadi kebutuhan strategis bagi organisasi. Praktek pola ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan peran sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh organisasi. Manajemen talenta adalah pengelolaan SDM yang dilakukan dengan menggunakan proses analisis, pengembangan, dan pemanfaatan talenta yang berkelanjutan dan efektif untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Tujuan manajemen talenta adalah mengembangkan keunggulan kompetitif (competitive advantage) melalui pemanfaatan potensi sekelompok karyawan untuk meraih kinerja yang optimal. Selain dilakukan dari dalam organisasi management talenta juga bisa dimulai dari pencarian bakat calon karyawan (talent scouting).

A.Talent Mapping

Talent mapping adalah kegiatan pemetaan sumber daya manusia di organisasi. Organisasi ingin mengetahui peta prosentasi kompetensi SDM yang ada dibandingkan dengan capaian kinerja yang dihasilkan. Dari kegiatan ini, organisasi akan mendapatkan informasi mengenai peta SDM yang dimiliki ke dalam 9 kuadran. Hasil pemetaan ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan termasuk strategi pengembangan individu-individu yang berbakat dan individu-individu yang memiliki kelemahan dibeberapa hal. Disamping itu, manajemen juga perlu mengetahui selisih gap atau surplus SDM dalam rangka pengembangan dan implementasi strategi yang sesuai.

Secara umum, kegiatan talent mapping dilakukan dalam bentuk asesmen, yakni suatu upaya yang dilakukan untuk mendapatkan individu yang memenuhi kompetensi-kompetensi tertentu dalam rangka menjalankan suatu pekerjaan yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab di suatu level jabatan. Tujuan kegiatan asesmen adalah efektivitas perilaku kerja individu di organisasi/institusi. Oleh karena itu, institusi dituntut untuk cermat menempatkan individu (person) pada suatu kewenangan dalam suatu peran (role) dan tanggung jawab di suatu jabatan (position).

B. Talent Pool

Talent pool adalah sekelompok orang yang dinilai bertalenta, mampu menunjukkan kinerja unggul atau istimewa, menjadi panutan atau cermin bagi karyawan lain untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh sebuah perusahaan. Tujuan talent pool adalah membantu menciptakan dan mempertahankan keunggulan organisasi melalui upaya proaktif mengidentifikasi dan menempatkan talent-talent yang ada (SDM yang berkualitas) pada posisi-posisi kunci di organisasi. Prinsip talent pool adalah menempatkan orang yang memiliki kompetensi atau potensi sedang dan atau tinggi agar mampu mendukung kinerja (performance) yang diharapkan oleh organisasi.

Idealnya organisasi memiliki sejumlah SDM yang akan dikembangkan mengikuti kebutuhan strategi perusahaan. Oleh karena itu, manajemen perlu menjaring kelompok kandidat terbaik untuk mengikuti program manajemen talenta ini. Kelompok kandidat terbaik, direpresentasikan dalam kuadran 6, 7, 8, dan 9. Kondisi SDM di empat kuadran inilah yang memiliki potensi untuk dimasukkan ke dalam program manajemen talenta.

C. Talent Scouting

Dalam rangka memenuhi kebutuhan individu untuk ditempatkan pada suatu program (misalnya: pendidikan, kesehatan, dan industri), perusahaan/instansi melakukan suatu upaya pencarian bibit-bibit unggul yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Selama ini LPKM telah menunjukkan kerjasama yang baik sebagai partner untuk memetakan potensi-potensi individual dan melakukan penyaringan bibit-bibit unggul melalui jasa layananĀ talent scouting.

Sasaran talent scouting adalah bibit unggul baik dari sekolah-sekolah, universitas-universitas, instansi-instansi terkait maupun lembaga-lembaga kejuruan. Bentuk kegiatan yang pernah dilakukan oleh LPKM adalah asesmen psikologis penerima beasiswa dari beberapa perusahaan skala nasional dan multinasional hingga beberapa pemerintah daerah dan provinsi di Indonesia.

D. Softskill Persiapan Kerja

Berikut adalah beberapa kegiatan berkaitan dengan kematangan vokasional calon tenaga kerja dalam bentuk workshop maupun pelatihan yang telah dilakukan oleh LPKM dalam lima tahun terakhir:

  1. Workshop Orientasi Kerja
  2. Workshop Strategi Job Hunting
  3. Workshop Wawancara Kerja
  4. Workshop Asesmen Psikologis